Diberdayakan oleh Blogger.

Tiga Tempat Makan di Bandung yang Mesti Kamu Kunjungi

Perjalanan singkat dua hari satu malam ke Bandung beberapa minggu lalu menyisakan banyak cerita yang seru yang akan saya bagikan. Selain banyak tempat yang kece badai untuk OOTD, mulai dari Maribaya Lodge, Universal Hotel, hingga Floating Market. Selain itu, masih banyak sekali tempat makan yang patut mesti kamu tahu. Berbagai makanan khas Bandung maupun yang bukan  bisa kamu coba di sini

Rumah Makan Cikole
Setelah lelah menunggu giliran berfoto di Sky Tree Maribaya Lodge, kami berencana untuk makan siang di daerah Lembang.  Karena Bandung sudah begitu macet, Waze menyarankan kami untuk mengikuti jalan alternatif, naik turun bukit dengan jalanan yang begitu sempit.  Setengah jam menelusuri jalan yang hanya bisa dilewati oleh satu mobil akhirnya kami sampai ke Rumah Makan Cikole yang berada di daerah Lembang.

Rumah makannya terdiri dari dua tingkat dengan banyak tempat duduk dan kursi. Ketika kami datang restoran  yang menyediakan berbagai jenis makanan khas Bandung ini masih tampak lengang dan kosong. Kami naik ke lantai dua. Duduk di bangku di mana kami bisa melihatnya hijau Bandung dari sini. Ketika udara yang dingin mulai merambat ke kulit kami, pelayan yang ramah mencatat  pesanan makan siang kami.

Meskipun sudah jauh-jauh ke Bandung, makanan yang saya pilih tetap ayam goreng, bukan dengan nasi putih nasi biasa tentunya. Saya memesan nasi liwet khas Sunda. Baca juga  perbedaan nasi liwet Sunda dan Solo. Nasi liwet Sunda merupakan salah satu favorit saya. Nasinya gurih, kurang lebih seperti nasi uduk. Tetapi yang istimewanya nasi liwet diberi taburan ikan teri medan di atas. Ini yan membuat nasi liwet yang gurih bercampur dengan asin yang juga gurih.

Nasi liwet (Foto Koleksi pribadi)
Lalapan hijau yang menyehatkan (Foto Koleski Pribadi)
Sambalnya boleh ambil sesuka hati (Foto Koleksi Pribadi)
Makan menjadi semakin nikmat dengan cubitan-cubitan ayam goreng yang dicocol dengan sambal yang uuuaaamat pedas. Super sekali! Saya sangat beruntung karena ada satu sambal di Rumah Makan Cikole yang rasanya super duper pedas. Sambal terasi yang kelihatan hitam, hanya dicocol airnya saja sudah bikin jontor.  Saya menjejalkan lebih banyak nasi iwet ke bibir saya agar pedasnya sambal cepat berlalu bersama gurihnya ikan teri. Kapok dengan sambal yang pedas, saya mengambil sambal yang merah kecokelatan yang rasanya pedas-pedas manis. Saya sesekali juga mencocol sambal yang pedas dengan berbagai jenis lalapan, mulai dari daun selada, kacang panjang mentah, dan mentimun.

Semua lalapan tersebut dapat diambil sendiri sesuka dan sepuasnya. Begitu juga dengan dua sambal tadi yang ditaruh berdekatan.

Rumah Makan Cikole
Jalan Raya Tangkuban Perahu No. 8 Cikole
Lembang Bandung

Floating Market
Jika di tempat lain floating market biasanya berada di aliran sungai, Floating Market yang ada di Lembang didesain di pinggir semacam danau buatan. Di pinggir danau itu puluhan perahu yang telah tertambat dengan rapi menggelar berbagai dagangannya. Makanan yang dijual bermacam-macam dari makanan berat hingga ringan.
Floating Market Lembang (Foto Koleksi Pribadi)
Di antara sekian banyak  makanan yang dijual saya sangat tertarik dengan penjual pisang goreng. Di atap perahu tergantung pisang tanduk yang panjang-panjang. Satu porsi pisang goreng yang ditaburi dengan parutan keju dan cokelat ini dibanderol dengan harga 20K. Selain itu kami juga membeli risol goreng, soto, kembang gula, hingga seblak.  Selain itu, masih banyak makanan lain yang bikin ngiler, mulai dari penjual tahu susu, rujak, hingga gado-gado.

Floating Market menjual banyak makanan enak (Foto Koleksi Pribadi)
Para penjual berjualan di perahu (Foto koleksi pribadi)
Bagi kamu yang kalap berkunjung ke salah satu pusat kuliner di Bandung, kamu harus menukarkan uang kamu dengan koin warna-warni yang menjadi alat pembayaran yang sah di tempat ini. Kamu dapat menukarnya di loket-loket. Informasi tambahan bagi Anda, koin yang sudah Anda beli tidak dapat direfund. Oleh karena itu, jangan tukarkan sekaligus banyak. Hitung dulu harga  makanan yang akan dibeli. Jika tidak, sayangkan sisanya apalagi perut sudah sangat kenyang.

Di pinggir-pinggir danau berbaris tempat duduk, kita bisa makan minum di sana sambil memandang kolam yang bersih berisi puluhan ikan koi warna-warni. Pisang panas hangat menjadi teman yang enak menghabiskan malam di sini

Floating Market
Jl. Grand Hotel No. 33A Lembang
No Telp: (022) 278 7766
HTM: 20.000/orang

Paskal Food Market
Bandung memang kaya dengan tempat wisata kuliner.  Salah satunya adalah Paskal Food Market. Tempatnya semacam food court dengan penjual makan yang berbaris seperti huruf U. Di tengah-tengahnya berbaris banyak meja dan bangku. Agak ke pinggir, penerangannya cukup terang. Agak ke tengah, penerangan tempatnya rada-rada redup. Bagi kamu yang ingin candle light dinner mungkin bisa memilih yang di tengah. Dengan catatan membawa lilin sendiri dari rumah.  :-)

Menu di Paskal Food Market (Foto Koleksi Pribadi)
Kami lebih memilih yang di pinggir dekat dengan deretan penjual makanan. Di sini ada penjual Iga Bakar Si Jangkung. Bagi kamu yang penasaran, kamu bisa merasakan potongan iga berwarna kecokelatan yang berminyak dan rasa yang pedas.

Saya sendiri penasaran dengan wedang ronde warna-warni dengan kuah kental yang rasanya manis dan hangat. Saya kemudian mencaplok isinya yang berbentuk bulat. Yang besar berisi kacang tanah cincang, sedangkan yang kecil tidak ada isinya. Makanan yang cocok untuk menghangatkan badan.

Makanan lainnya yang saya pesan adalah mie nyemek-nyemek. Saya tahu ini bukan  makanan khas Bandung. Hmmmm.... Ternyata saya tak salah memilih menu. Mie goreng yang agak-agak basah ini berhasil membuat lidah saya berdansa, apalagi ditambah dengan potongan-potongan cabe rawit hijau yang membuat rasanya semakin mantap. I love it. Masih banyak makanan lain yang dipesan, dari mie ayam hingga mie kangkung.

Harga makanan di sini pun terjangkau. Paskal Food Market bisa menjadi pilihan kamu untuk berwisata kuliner kala di Bandung.


Share on Google Plus

About Sonta Frisca

Usaha tidak akan pernah sia-sia jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 komentar:

  1. wah, referensi bagus mbak, kebetulan mau ke Bdg, mampir ah, floating market bikin penasaran ih :) TFS mbak

    BalasHapus
  2. Setiap mampir di blognya Mbk sonta pasti langsung laper aku haha.

    Pengen nyobain tahu susu hehe. Belum pernah soalnya

    BalasHapus
  3. Ya ampunn jadi inget kampung kakakk 😂😂.

    BalasHapus
  4. Menggugah selera semuanya mbaaaaaaa
    aku belum pernah ke Bandung, ajak aku sih ke sana :-D

    BalasHapus