Diberdayakan oleh Blogger.

Jualan Unik Ala Es Krim Om, Tanpa Toko, Tanpa Kasir, Tanpa Pelayan

Es Krim Om (Foto Koleksi Pribadi)
Di mana-mana yang namanya jualan apa pun, dari pakaian hingga makanan, pastinya akan selalu ada minimal satu orang untuk menjaga barang dagangan. Biasanya jika hanya satu orang, dia akan menjadi pelayan sekaligus merangkap sebagai kasir. Namun tidak begitu dengan Es Krim Om, penjual es krim di daerah Karawaci Tanggerang.

Kami agak kesulitan ketika mencari letak toko Es Krim Om. Sebenarnya agak kurang tepat jika kita menyebutnya sebagai Toko. Mengapa? Deskripsi toko adalah sebuah tempat di mana ada etalase atau display barang dagangan yang ditata sedemikian rupa sehingga mudah dilihat dan memikat calon pembelinya.
Namun, tidak demikian dengan Es Krim Om ini. Ketika kami datang tepat di depan rumah penjualnya, kami agak-agak kebigungan apakah ini benar rumah penjual es krim yang kami maksud. Pintu rumah dalam keadaan tertutup dan tak ada satu papan nama pun yang menunjukkan bahwa itu adalah rumah penjual es krim yang melegenda di kalangan mahasiswa UPH.

Kami mengamati sebentar dan akhirnya kami agak sedikit yakin itu adalah rumah penjualnya ketika kami  melihat di tong sampah yang terletak di depan rumah banyak sekali gelas es krim bekas. Keyakinan kami semakin bertambah ketika kami melihat tiga mahasiswa keluar dari balik pintu sambil memegang satu cup es krim di tangan masing-masing.

Masih Tengah Hari, Rasa Stok Es Krim Om sudah Tidak Komplet Lagi (Foto Koleksi Pribadi)
Kami pun masuk dengan hati yang tenang. Ini benar rumah yang kami cari. Kami tak salah masuk. Ruang tamu yang berada paling depan menjadi “toko” Es Krim Om. Tak ada pelayan pun ada di sana. Di bagian agak belakang ada suara TV yang menyala dan ada tampak lelaki paruh baya yang bermain bola pantul.  Dia tidak mengindahkan kehadiran kami. Dia  sibuk dengan permainannya. Menurut info, lelaki itulah owner dari Es Krim Om. Biasanya si Om jarang terlihat. Teman saya yang sudah berkali-kali datang pun baru kali ini melihat dia.

Saya yang biasanya suka bertanya-tanya tentang banyak hal  kepada owner bisnis hanya terdiam seribu bahasa. Ada tulisan “Rumah Pribadi” di atas buffet di dekat freezer es krim. Kami mengambil kesimpulan dari tulisan tersebut adalah silakan ambil es krim dengan rasa yang kamu suka. Ambil sendoknya. Lalu taruh uang dan ambil kembaliannya dan jangan berisik. Kami mengobrol sambil berbisik.

Ada berbagai varian rasa es krim yang dijual di sini, mulai dari Madagascar Vanila, Peanut Butter, Milk Tea, Cream cheese, Raspberry, Stacciatella, Olive Oil & Permesan. Cocoa, Italian Coffee, dan Biscuit.  Ketika kami membuka freezer hanya tinggal belasan cup es krim yang tersedia.  Itu pun hanya ada tiga rasa. Menurut info teman, memang si Om membatasi jumlah es krim yang dijualnya. Makanya jika datang sudah kesorean, kamu tidak dapat merasakan satu cup es krim pun.

Saya pun mengambil es krim rasa biskuit. Sebelum menaruh uang 20 ribuan ke tempatnya, saya sempat celingak-celinguk menanyakan di mana sendok untuk makan es krimnya. Sepertinya suara saya tak terlalu besar, tetapi kata-kata saya terdengar sampai  ke kuping si Om. Masih tetap dengan aktivitasya tanpamelihat kanan dan kiri, Om memberi tahukan di mana letak sendok yang saya mau. Kami pun segera pergi dari sana. Di depan pintu kami berpapasan lagi dengan para mahasiswa yang juga akan membeli es krim Om.

Akhirnya kesampaian juga makan es krim Om yang lembut dan tampaknya dia menggunakan beberapa bahan impor sebagai bahan pembuatan es krimnya. Lain kali ke sini saya akan mencoba rasa  es krim yang lain.

Es Krim Om 
Cluster Taman Dipenogoro



Share on Google Plus

About Sonta Frisca

Usaha tidak akan pernah sia-sia jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: