Diberdayakan oleh Blogger.

Tiga Restoran Halal di Ho Chi Min City

Makanan Vietnam Halal yang penuh warna-warni (Dokumentasi pribadi)
Mencari makanan di negara yang Islamnya minoritas seperti mencari jarum dalam sekam. Itulah pendapat kami saat menginjakkan kaki pertama kali di Ho Chi Min City Vietnam. Hari pertama tiba di kota tersebut, kami sama sekali tidak makan karena hari sudah malam dan di sepanjang jalan kami hanya melihat penjual makanan non-halal.

Makanan Vietnam terlihat begitu menarik. Salah satunya adalah Pho, mie khas Vietnam dengan potongan daging sapi, ayam, atau babi yang dihidangkan dengan air kaldu yang hangat yang disajikan dengan toge mentah dan daun mint mentah.  Makanan yang tidak kalah menggoda lagi adalah Banh Mie Pate, roti berbentuk lonjong dengan ukuran yang cukup besar. Isinya pun macam-macam mulai dari berbagai jenis sayuran, acar, daging, mayonais, dan juga saus.

Bagi yang non-Muslim tidak perlu berpikir panjang,  langsung bisa memesan menu yang diinginkan. Namun tidak begitu dengan teman seperjalanan saya yang semuanya beragama Muslim. Oleh karena itu, keesokan harinya kami sudah bertekad untuk mencari restoran-restoran halal di Ho Chi Min City.

Rencananya pagi hari kami akan mengunjungi  beberapa tempat terlebih dahulu, seperti City Hall dan Ben Than Market. Siang harinya barulah kami menuju Indian Jamia Muslim Mosque di Dong Du Street. Menurut beberapa blog di sana ada dua restoran halal. Restoran pertama adalah Halal Food Saigon yang berada tepat di depan mesjid. Restoran yang satu lagi bernama D’Nyonya, restoran Malayasia, yang berada  hanya beberapa langkah sejajar dengan mesjid.

Mencari dua restoran ini sungguh-sungguh memerlukan usaha yang luar biasa. Mengapa?  Penduduk di sini sulit sekali diajak berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Kami sudah sangat bisa bersyukur menemukan dua restoran ini. Meskipun jauh dari tempat  kami menginap, setidaknya masih ada tempat untuk makan, daripada harus makan mie cup setiap hari.

Tapi masa iya, seluas ini Ho Chi Min City, hanya ada dua restoran halal, but enjoy the trip ajalah....

Keesokan harinya saat kami menuju Ben Than Market dari arah yang berbeda. Suprised ternyata di sepanjang  Nguyen An Ninh Street ada berderet-deret restoran yang menjual makanan halal. Selain itu, di sini juga banyak toko yang menjual suvenir Islami, seperti hijab dan baju Muslim. Di jalan ini kamu juga bisa menemukan semacam tempat pijat. Jika kamu lelah dan pegal setelah shopping seharian di Ben Than Market, kamu bisa pijat dan kemudian makan di restoran pilihan kamu.

Wah bahagia sekali! Kami tak perlu repot untuk sekadar makan malam atau siang hingga ke Dong Du Street.  Saya rasa menemukan restoran-restoran ini adalah momen paling bahagia kami di Ho Chi Min City.
Pilihan restorannya banyak dan yang terpenting harganya pun jauh lebih murah dibandingkan restoran di Dong Du Street. Bagaimana dengan rasanya? Hmmm.... cocok dengan lidah orang Indonesia. Berikut pilihan restonya, mulai dari Restaurant Kampung Melayu, Restaurant Halal Food Osman, Resaurant Basiroh, Halal Amin Pho Muslim, Aysah, hingga Mu Sa Ka Riem. Dari sekian banyak restoran tersebut, kami memilih
Restoran Amin Pho Muslim.
Restoran halal di dekat Ben Than Market Ho Chi Min City (dokumentasi pribadi)
Berikut tiga restoran yang pernah kami cicipi makanannya di Ho Chi Min City

Halal Food Saigon
Teman-teman saya bersorak riang gembira saat menemukan restoran ini. Bagaimana tidak? Sejak dari kemarin malam, perut belum diisi makanan. Oleh karena itu, sebelum salat kami mampir dulu ke restoran tersebut. Restoran dua lantai ini cukup besar, bersih, dan rapi. Kami dipersilakan untuk naik ke lantai dua di dekat balkon.

Makanan halal khas Vietnam (dokumentasi pribadi)
Bahagianya sampai di bagian dalam resto, sejuknya! Untuk informasi, Ho Chi Min kurang lebih sama panas dan teriknya dengan Jakarta.

Halal Food Saigon menyediakan makanan halal dari berbagai negara, mulai dari makanan Vietnam, Thailand, dan juga Malaysia.  Kami pun segera memesan berbagai jenis makanan, rata-rata kami memiih makanan khas Vietnam, hanya satu yang memilih semangkuk tom yam dengan sepiring nasi.

Agak cukup lama makanan disajikan. Kebanyakan di antara kami memesan Pho. Di sini Pho dijamin halal. Kamu bisa memesan Pho dengan irisan daging ayam atau sapi. Sekadar informasi tambahan, pho disajikan dengan daun hijau terasa-mint. Sampai saat ini saya tidak tahu apa nama tepat dari daun tersebut. Namun, daun tersebut memberikan wangi dan rasa yang menurut saya dan beberapa teman jadi terasa “aneh”. Bukan selera Indonesia. Daun ini bisanya juga ditambahkan pada makanan-makanan khas Thaiand. Saran saya cukup tuangkan sedikit saja daun tersebut ke mangkok Anda. Jika kamu merasa baik-baik saja dengan rasanya, silakan tuang semuanya.

Jika tidak, tuang saja toge mentah ke mangkok Pho Anda. Rasanya akan menjadi lebih “aman” dan enak untuk dihabiskan.

Sebagai informasi tambahan, porsi di restoran ini besar-besar. Jadi, lebih baik jangan memesan makanan sendiri-diri, makan tengah lebih asyik karena harganya lebih murah dan kita bisa mencicipi berbagai jenis makanan.

Restoran D’Nyonya
Ini merupakan restoran halal kedua yang kami sambangi. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Halal Saigon Restaurant. Tempatnya cukup besar dan bersih pula. Pelayan langsung menyodorkan menu saat kami datang yang dengan ramahnya berbicara bahasa Melayu dengan fasih.

Makanan hala di Restoran D'Nyonya Vietnam
Ada berbagai jenis menu yang ditawarkan di sini. Ada menu satuan dan juga menu paket. Kami memiih menu Set A yang seharga 850.000 Dong dengan berbagai jenis makanan, mulai dari kangkung belacan, telur dadar, sop ayam, ayam asam manis, udang, dan cumi. Rasanya sesuai dengan lidah dan menunya Indonesia banget.

Kami menambah sekitar 110.000 Dong untuk tambahan 2 piring nasi dan seporsi telur dadar. Hampir semuanya cocok dengan menu makanan di sini. Dan rasa nasinya persis sama dengan nasi di Indonesia.

Halal Amin Pho Muslim
Ini restoran halal yang berada di Nguyen An Ninh Street di dekat Ben Than Market. Harganya lebih miring daripada harga dua restoran di atas. Di hotel ini kami semuanya memilih menu nasi goreng. Ada berbagai jenis nasi goreng, mulai nasi goreng seafood, nasi goreng kampung, dan nasi goreng China. Semua nasi goreng dibanderol dengan harga 50.000 Dong dengan porsi yang mengenyangkan. Nasi goreng disajikan bersama satu mangkuk air kaldu dengan potongan sawi hijau. Rasanya cocok untuk selera orang Indonesia.
Nasi gorengnya yummy Indonesia banget dan harganya sungguh terjangkau (Dokumentasi Pribadi)
Setelah makan malam, kami masih menyempatkan diri untuk membeli beberapa suvenir. Karena sebagai informasi, Ben Than Market hanya buka sampai jam 18.00 sehingga toko-toko ini bisa menjadi piihan untuk membeli oleh-oleh. Di sepanjang jalan ini kamu juga bisa membeli buah-buahan potong yang juga segar.
Setelahnya selesai, kami pun melangkahkan kaki menuju hotel yang masih berada di distrik yang sama dengan restoran ini.  


Share on Google Plus

About Sonta Frisca

Usaha tidak akan pernah sia-sia jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

12 komentar:

  1. ga ragu lagi nih ke Vietnam, udah banyak restoran halal disana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Byk kok... yang di ben than market y. Byk pilihan, enak, dan relatif lebih murah

      Hapus
  2. Thanks infonya, sangat membantu :)

    BalasHapus
  3. Thanks infonya, sangat membantu :)

    BalasHapus
  4. Itu harga set A di resto D'Nyonya kayaknya buat paket, ya? Kalau buat sendiri mah mihil hehehe. Yang Halal Amin Pho Muslim worth it lah segitu mah. Hmmm kapan ya aku bisa kulineran ke luar negeri kayak kamu, Sonta :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyahhh itu paket untuk 5 orang. Tapi untuk bertujuh bisa kok klo. Yahhh itu resto yang terakhir murah enak pula. Ayo cari tiket murmer efi fitriyyah....

      Hapus
    2. Iyahhh itu paket untuk 5 orang. Tapi untuk bertujuh bisa kok klo. Yahhh itu resto yang terakhir murah enak pula. Ayo cari tiket murmer efi fitriyyah....

      Hapus
  5. Waaa, jd g bingung y kalo cari makanan di ho chi min city....

    BalasHapus