Diberdayakan oleh Blogger.

Gelar Cita Rasa Solo: Komitmen Dapur Solo Terhadap Pedagang Kecil dan Makanan Khas Solo

Gelar Cita Rasa Solo (www.missgrangerwannabe.blogspot.com)
Hari ini saya baru tahu bahwa Solo memiliki bubur nasi yang sangat otentik. Bubur putih bersantan yang dicampur dengan sambal tumpak, opor tahu dan telur puyuh, serta krecek. Rasanya yummy banget. Selain itu, masih ada menu yang juga asli Solo, namanya Cabuk Rampak, yaitu  daun ubi rebus yang dimakan dengan tempe gembos bersama kuah semacam sambal rujak yang encer, tetapi tanpa campuran kacang tanah.


Menu khas itu saya makan pada saat acara Gelar Cita Rasa Solo yang dilaksanakan oleh Dapur Solo yang berada di kawasan Sunter pada tanggal 11-13 Desember 2015. Namun sayangnya, jika Anda ke Dapur Solo dan memesan menu tersebut, pelayan akan mengatakan bahwa menu tersebut tidak dijual di restoran tersebut. Mengapa? Karena menu tersebut memang khusus didatangkan oleh Dapur Solo untuk acara Gelar Cita Rasa Solo 2015.



Adapun penjual dua makanan yang saya sebut di atas adalah Ibu Ceplis yang biasa berdagang di di Pintu Utara Pasar Gede Solo Jawa Tengah. Dapur Solo yang kemudian mendatangkannya untuk memeriahkan event tersebut. Selain makanan tersebut Ibu Ceplis juga memperkenalkan menu  Solo unik lainnya, seperti tumpang letok serta es dawet yang sungguh berbeda dengan yang pernah saya minum. Isinya mulai dari cendol, tape ketan hitam,  bubur sumsum, hingga selasih

Selain Ibu Ceplis, Dapur Solo juga merangkul pedagang-pedagang kecil lainnya, seperti penjual rujak bebek, penjual ikan bilih dari Singkarak Sumatera Barat, penjual sosis Solo, penjual lumpia Semarang, hingga para pengrajin. Setidaknya ada 30 tenda yang dipersiapkan oleh Dapur Solo untuk menampung para pedagang kecil dan juga para sponsor.

Sebenarnya untuk apakah Dapur Solo menggandeng para pedagang untuk sama-sama mengelar dagangannya di Dapur Solo?

Menurut Bapak Fariz, perwakilan dari Dapur Solo, event ini sebenarnya dilatarbelakangi oleh kerinduan pemilik Dapur Solo, Ny. Swan akan budaya Jawa, khususnya di bidang kuliner. Dia berkeinginan agar masyarakat Indonesia lebih mengenal dan mencintai kuliner dalam negeri. Saat ini banyak sekali kuliner Indonesia yang tidak dikenal di tanah airnya sendiri. Dari kerinduan tersebutlah,  Gelar Cita Rasa Solo itu lahir.

Selain itu, event ini juga dimaksudkan sebagai kampanye yang ditujukan kepada sesama pengusaha untuk menggunakan bahan lokal dalam setiap menu makanan dan minuman yang dijual. Alasannya lainnya adalah untuk menggerakkan hati pemerintah supaya ke depannya dapat terjadi sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan petani juga seluruh pihak yang mendukung makanan Nusantara. Dari ide tersebutlah, Gelar Cita Rasa Solo sudah sukses digelar selama tiga tahun berturut-turut.

Bento Nasi Kuning
Dapur Solo tidak hanya memanjakan nostalgia warga Jakarta yang rindu jajanan langka Pulau Jawa, khususnya kota Solo. Dapur Solo juga menawarkan workshop untuk membuat kreasi bento  dengan bahan nasi kuning, berbagai nasi warna-warni, dan bahan-bahan makan lokal lainnya. Tak tanggung-tanggung Dapur Solo mendatangkan pioneer bento Lukman Setiawan untuk men-training para peserta yang kebanyakan ibu rumah tangga yang ingin membuat hidangan dengan bentuk yang lucu untuk membangkitkan selera makan anak-anaknya.


Nasi kuning, makanan khas Indonesia, tak hanya tampil begitu-begitu saja. Namun dengan kreativitas, nasi kuning bisa tampil begitu menggoda. Masih menurut Bapak Fariz, ini juga masih merupakan rangkaian acara Gelar Cita Rasa Solo yang berusaha menampilkan makanan Indonesia lebih dikenal dan dicintai oleh bangsanya sendiri.


Selain acara  tersebut, Gelar Cita Rasa Solo 2015 juga menggelar acara membatik dengan pengajar yang ahli di bidangnya. Acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian tarian dan alat musik tradisional.

Dapur SoloDapur Solo merupakan restoran yang telah berdiri sejak tahun 1988. Sampai saat ini restoran tersebut sudah memiliki lima cabang. Dua resto berada di daerah sunter. Tiga lainnya berada di Matraman, Panglima Polim, dan  Serpong.

Ada berbagai jenis makanan yang ditawarkan oleh Dapur Solo, mulai dari sajian khas Solo, hidangan Nusantara, hingga aneka sop. Selain itu, Dapur Solo juga menyajikan aneka kudapan, wedangan, dan berbagai jenis minuman lainnya. Dapur Solo juga menyediakan jasa Dapur Solo Snack Box dan Dapur Solo
Lunch Box  yang dapat dipesan online melalui dslunchbox.com.


Di antara banyaknya menu Dapur Solo, saya mencicipi tiga menu dari Dapur Solo, yaitu Nasi Langi Putih, Nasi Liwet Solo, Sosis Solo,  dan Asem-Asem Iga.



Tampilan dan bentuknya memang menarik? Bagaimana dengan cita rasa makanan dan pelayanan restoran Dapur Solo. Tunggu artikel selanjutnya di www.sontafoodstory.blogspot.com.
Share on Google Plus

About Sonta Frisca

Usaha tidak akan pernah sia-sia jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

5 komentar:

  1. tampilan blog-nya keceee...Solo memang punya menu makanan yg bikin kangen..aku selalu kangen dgn Nasi Liwet

    BalasHapus
  2. mbak sonta, maaf aku mw koreksi dikit... kalo sayur ubi yg dimakan ama kuah rujak encer dan tempe gembos itu namanya brambang asam...

    kalo cabuk rambak itu semacam ketupat yg diiris tipis, lalu dimakan ama saus yg terbuat dr wijen, kemiri dan kelapa sangrai.. :) . Keluargaku solo soalnya.. boleh dicek juga dari Google :)

    BalasHapus
  3. Saya tertarik dengan tulisan anda,
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Indonesia

    BalasHapus