Diberdayakan oleh Blogger.

Lima Hal Penting yang Perlu Diketahui Saat Makan di Singapura


www.freedigitalphotos.net
Waktu pertama kali berkunjung ke Singapura, saya agak terheran-heran ketika saya meminta tisu saat makan di sebuah restoran, pelayan bilang “ada, harganya 1 dollar Singapura.”

Ya elah masa tisu aja mesti bayar. Beda banget dengan Indonesiaku tercinta. Seingatku di Indonesia hanya ada satu resto yang men-charge tisu saat makan, itu pun tisu basah. Selebihnya, tisu disediakan gratisan. Bisa ambil sebanyak-banyak asal jangan dibawa pulang.

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Selalu ada saja yang berbeda saat kita berkunjung ke negara orang, begitu juga di Singapura. Jadi, bagi kamu yang suka berkeringatan dan meler saat makan, lebih baik bawa tisu yang cukup daripada keluar uang lebih. Apalagi nilai tukar dollar Singapura terhadap rupiah lumayan tinggi, begitu juga dengan biaya hidupnya.

Selain itu, masih ada beberapa tips lain yang perlu Anda ketahui jika akan makan di negara ini, berikut tips-tips yang perlu Anda ketahui.

  • Bawa tusuk gigi. Tips ini khusus bagi kamu yang sisa makan sering nyelip di gigi. Jangan sampai Anda mengorek gigi dengan kuku atau ada sisa cabe marah terselip manis tanpa bisa kamu korek dan hal tersebut terdokumentasi dengan baik di foto kamu. Oleh karena, letakkan beberapa tusuk gigi di kantong kosmetik Anda karena restoran di Singapura tidak menyediakan tusuk gigi.

  • Mau minum teh panas setelah makan, jangan pesan Tea karena pelayan akan mengantarkan teh tarik. Yang harus kamu pesan adalah Chinesse Tea, maka yang akan diantarkan adalah teh panas seperti yang kita minum di Indonesia. Jangan salah order.

  • Singapura merupakan negara yang hampir setengahnya beretnis Tionghoa dan beragama non-Muslim. Dengan demikian, kebanyakan resto menawarkan makanan non-halal. Namun ada beberapa resto yang menyediakan makan halal, tetapi tidak menaruh label halal di depan restorannya. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk bertanya apakah mereka menyediakan makanan halal atau tidak.

  • Tips ini saya dapat ketika akan makan di Lau Pa Sat. Saya langsung ngiler dengan cakwe besar dan berbagai makanan senisnya yang tidak saya tahu apa. Saya pun langsung bertanya pada sang koki, yang ternyata hampir sama dengan kebanyakan orang Singapura. Dia ogah-ogahan menjawab pertanyaan saya. Jadi saran saya, tidak perlu banyak tanya dengan orang Singapura. Jika dirasa enak, langsung saja pesan.      

  • Tips terakhir yang tidak kalah penting adalah membawa uang untuk membayar makanan.

Selamat makan! 
Share on Google Plus

About Sonta Frisca

Usaha tidak akan pernah sia-sia jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

5 komentar:

  1. untunglah meski etnis non muslim saayt di sana ada yang justru mengingatkan mana yang halal n ga nya...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mereka memang care banget masalah itu

      Hapus
    2. Ya mereka memang care banget masalah itu

      Hapus
  2. Saya ingat-ingat tips ini untuk kalau nanti makan di sana :)

    BalasHapus