Diberdayakan oleh Blogger.

Empat Tanda Remaja Sehat


Tidak sulit menciptakan remaja yang sehat. Makanlah bersama anak minimal lima sampai tujuh kali dalam seminggu. Hal tersebut dapat mengurangi risiko anak terlibat dalam penggunaan narkotika dan pergaulan bebas. Hal tersebut diungkapkan oleh Charlotte K. Priatna dalam sebuah seminar parenting yang dilakukan baru-baru ini.
Kawal Remaja Anda Menjadi Sosok Dewasa yang Bertanggung Jawab.
Acara makan secara efektif dapat meningkatkan keterikatan antara anak dan orang tua. Keterikatan tersebut adalah salah satu dari empat ciri remaja yang sehat fisik dan psikis. Jika anak lebih memilih ke pesta ulang tahun temannya daripada membesuk neneknya, Anda harus mulai waspada.

Tiga ciri remaja yang dapat mendeteksi dia sehat atau tidak adalah sebagai berikut. Perhatikan dan segera ambil langkah yang tepat. Jangan sampai dia tergelincir ke arah negatif.

Membuat Keputusan dan Mandiri
Anak remaja sehat memiliki kemampuan berpikir dan dapat memutuskan segala sesuatu secara kritis. Latih hal ini pada remaja Anda. Misalnya, biarkan dia memilih pakaian yang akan dibelinya. Meskipun dia salah memilih ukuran, warna, atau model, setidaknya kesalahan itu bukan hal yang fatal.

Hormati keputusannya, tetapi tetap berikan arahan dan tunjukkan konsekuensi atas pilihannya. Ini merupakan proses pembelajaran. Di masa depan dia akan memutuskan hal-hal yang lebih besar. Semoga mereka akan selalu bisa memutuskan yang terbaik untuk mereka.

Memiliki Teman Sebaya yang Baik
Anak remaja membagi pertemanan menjadi lima, yaitu sahabat, teman dekat, kelompok, kerumunan, dan sekolah. Tugas orang tua adalah menyediakan suasana yang bersahabat untuk teman-temannya. Bantu anak untuk selalu mengembangkan, menjaga, dan menghargai arti pertemanan. Sebaiknya Anda juga harus mengenal teman dan orang tuanya.

Ada Peraturan dan Pengawasan
Peraturan merupakan harapan orang tua terhadap perilaku anak, sedangkan pengawasan adalah dorongan orang tua agar anak berperilaku baik. Laksanakan secara konsisten. Katakan salah jika salah. Jangan mejadi orang tua yang otoriter. Jika anak melakukan pelanggaran, libatkan dia ketika membuat peraturan baru sekaligus konsekuensinya. Lakukan rapat regular sebagai ajang evaluasi keluarga.

Karier puncak Anda sebagai orang tua berada pada saat anak dalam fase remaja. Lupakan kisah horor masa remaja jika Anda sudah berperan dengan baik dan maksimal. Jangan sampai Anda melewatkan momen ini, kawal dia menuju sosok dewasa yang stabil dan bertanggung jawab.
Share on Google Plus

About Sonta Frisca

Usaha tidak akan pernah sia-sia jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar