Diberdayakan oleh Blogger.

Oleh-Oleh Tiongkok Cita Rasa Nusantara

leher bebek harum pedas

Saya suprised sekali ketika mencicipi oleh-oleh leher bebek yang dibawa oleh seorang teman dari Shenzhen, Tiongkok. Sekali gigit saya langsung merasakan cita rasa khas makanan kampung halaman saya di Sumatera Utara.

Ada rasa pedas getir ketika pertama kali menggigit makanan yang di negara asalnya disebut dengan Xiang La Ya Bo Zi (leher bebek harum pedas). Cita rasanya sama persis dengan masakan suku Batak, mulai dari arsik, saksang, sambal na tinombur, sambal tuktuk, dengke mas na niura, hingga mie gomak. Oleh-oleh dari Tiongkok, tapi cita rasanya Nusantara sekali. Usut punya usut ternyata Xiang La Ya Bo Zi menggunakan rempah yang sama dengan makanan khas Batak. Nama rempahnya adalah huājiāo atau bunga lada. Orang batak menyebutnya dengan andaliman.

Rempah yang sering disebut dengan kemiri batak ini beraroma jeruk lembut dengan rasa yang menggigit. Rasa tidak sepedas sambal atau lada, tetapi menimbulkan sensasi kelu atau mati rasa di lidah. Rasa kangen saya terhadap makanan khas kampung saya sedikit terobati. Hmmmm..... Saya langsung berpikir untuk mengambil sepiring nasi hangat untuk jadi teman si leher bebek. Namun menurut si pembawa oleh-oleh, Mr. Zhang, makanan ini di Tiongkok adalah kudapan, dimakan begitu saja tanpa nasi. Saya langsung tersipu malu. Maklumlah orang Indonesia!

Mr. Zhang bercerita bahwa di Shenzhen bukan hanya leher bebek yang dimasak dengan cara menghaluskan huājiāo dan berbagai bumbu lainnya. Tersedia juga bagian lain dari bebek, yaitu kepala, sayap, dan paha. Bagi Anda yang non-Muslim tersedia juga kuping babi, babat, dan berbagai jenis jeroan lainnya. Anda tinggal pilih yang Anda suka. Namun, leher adalah bagian yang paling banyak disukai. Menurutnya lagi, Anda juga dapat memilih level pedas yang Anda inginkan. Makin kering tekstur dagingnya, makin pedas rasanya.

Tekstur Xiang La Ya Bo Zi yang kami makan agak basah, tetapi pedasnya tetap mak nyos. Jika Anda tak hati-hati, rasa pedasnya dapat saja terhirup hidung sehingga membuat Anda terbatuk-batuk. Saya suka sekali bagian mengisap tulang-tulangnya sehingga rasa pedas getir tersebut mengelukan seluruh bagian lidah. Ada juga teman yang dengan enaknya melahap tulang Xiang La Bo Zi ludes tanpa sisa.

Di sore hari ini ditemani oleh Xiang La Ya Bo Zi kami memutuskan untuk menikmati turunnya senja di sebuah beranda rumah. Tanpa perlu hang-out ke sebuah kafe untuk sekadar menikmati “ngebir-ngebir cantik”. Kami amat menikmati pedas getirnya oleh-oleh Tiongkok cita rasa Nusantara ini.
Share on Google Plus

About Sonta Frisca

Usaha tidak akan pernah sia-sia jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar:

  1. Wah, aku ga bgitu doyan bagian leher dari bebek ato ayam mba :D.. kudapan di china mah emg aneh2 ya... pas aku ke beijing yg lalu, jajanan pinggir jalannya emg luar biasa bnyk macem..tp krn aku jg muslim, jd nahan diri krn ga tau daging apa yg dimsak ;p. pdhl pgn bgt cobain...

    eh mba batak jg ya... :D samalah kita... sjk merantau k jkt ini, aku cm bisa makan makanan khas kampungku kalo mama sdg dtg k jkt aja :D blum ada restoran di jkt yg bisa masak makanan khas sibolga sperti yg biasa mama masak :).. Ga berani bumbu org sini ;p

    BalasHapus
  2. iya saya orang batak.... salam kenal y, bapak saya juga asli dari Sibolga, tepatnya dari Berus. Salam kenal ya.....;-)

    BalasHapus